Yogyakarta – Batik Travel kembali menorehkan capaian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Perusahaan ini menjadi yang pertama di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang menerima kartu Nusuk, sebuah identitas resmi yang digunakan jamaah untuk mengakses area ibadah, khususnya di Masjidil Haram.
Direktur Utama Batik Travel, Wasis Utomo, S.T., menerima langsung kartu Nusuk tersebut dari perwakilan Nusuk di Jakarta. Kartu ini menjadi bagian penting dalam sistem layanan haji modern yang diterapkan pemerintah Arab Saudi, di mana setiap jamaah wajib menggunakannya saat memasuki Masjidil Haram selama rangkaian ibadah haji berlangsung.
Sebelumnya, Batik Travel telah mendaftarkan seluruh jamaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2026. Total terdapat 78 jamaah yang tergabung, hasil dari kerja sama konsorsium bersama Asosiasi AMPUH. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 jamaah merupakan peserta langsung yang diberangkatkan oleh Batik Travel.
Dalam pelaksanaan ibadah, jamaah akan didampingi oleh tim pembimbing yang berpengalaman, yakni Ustadz Abu Yazid Nurdin, Ustadz Erlan, serta dr. Adika Mianoki. Selain itu, turut mendampingi pula petugas dari PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai tuntunan.
Keberhasilan Batik Travel dalam menjadi penerima pertama kartu Nusuk di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik, sekaligus kesiapan dalam mengikuti transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, diharapkan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
HSN
Sekjen AMPUH : Batik Travel Menjadi Penerima Pertama Kali Kartu Nusuk Se Jateng dan Yogyakarta
Views: 12
